Edelweis

Sumber gambar :sml4001.wordpress.com


Edelweis di ujung puncak
Kudaki sendiri dengan langkahku
Bermotivasi bendera berwarna pelangi
Ku lupakan terjal berliku

Edelweis terikat rotan
Tertancap rapi dalam biung tua
Lapukpun biungnya
Semestinya tetap seperti itu edelweisnya

Edelweis di dalam etalase
Tak cukup kunci berantai baja
Ku lebur gembok ini
Dengan tangan tengadah

Edelweis dalam genggaman
Nikmati saja wanginya
Dihempaskankah ... Tetap digenggamkah
Ia tetaplah edelweis..

Read More

Lirik Kali Kedua - Raisa Adriana

Jika wangimu saja bisa
Memindahkan duniaku
Maka cintamu pasti bisa
Mengubah jalan hidup

Cukup sekali saja aku pernah merasa

Betapa menyiksa kehilanganmu
Kaya tak terganti kau yang selalu kunanti
Tak kan ku lepas lagi

Pegang tanganku
Bersama jatuh cinta...
Ooo.. Ooo..
Kali kedua pada yang sama...
Hoooo.. ..

Jika senyumnya saja bisa
Mencuri detak jantungku
Maka pelukanmu ya bisa
Menyapu s'luruh hatiku..

Cukup sekali saja aku pernah merasa
Betapa menyiksa kehilanganmu
Kaya tak terganti kau yang selalu kunanti
Tak kan ku lepas lagi

Pegang tanganku
Bersama jatuh cinta...
Ooo.. Ooo..
Kali kedua pada yang sama...
Hoooo.. ..

Satukan hati.. Tanpa peduli...
Kedua kali.. Kita bersama lagi

Pegang tanganku
Bersama jatuh cinta...
Ooo.. Ooo..
Kali kedua pada yang sama...
Hoooo.. ..
Sama indahnya..

Pegang tanganku
Bersama jatuh cinta...
Ooo.. Ooo..
Kali kedua pada yang sama...
Hoooo.. ..
Sama indahnya...  

Read More

Lirik Lagu Dia - Anji

Lagu ini hak hanya merdu..  

Tapi sweet banget... ^_^  

Di suatu hari Tanpa sengaja kita bertemu
Aku yang pernah terluka
Kembali mengenal cinta
Hati ini kembali temukan senyum yang hilang
Semua itu karena dia

Oh Tuhan
Ku cinta dia .. Ku sayang dia..
Rindu dia..inginkan dia..
Utuhkanlah rasa cinta di hatiku
Hanya padanya
Untuk dia

Jauh waktu berjalan kita lalui bersama
Betapa di setiap hari kujatuh cinta padanya
Dicintai oleh dia cintasan sempurna
Semua itu karena dia

Oh Tuhan
Ku cinta dia .. Ku sayang dia.. 
Rindu dia..inginkan dia.. 
Utuhkanlah rasa cinta di hatiku
Hanya padanya
Untuk dia

Oh Tuhan
Ku cinta dia .. Ku sayang dia.. 
Rindu dia..inginkan dia.. 
Utuhkanlah rasa cinta di hatiku
Hanya padanya
Untuk dia

Read More

Yang Tak Bisa Dimengerti

Aku sendiri tidak pernah tahu

Apa dan bagaimana pikiranku berjalan
Mengingat, mencerna, menilai, menyimpulkan, 
mempositifkan
Semua hanya sampai pada benak 
tanpa harus terungkap di mulut

Saat dendangan lagu yang seirama 
bergandengan dengan ketukan - ketukan nada yang sama
Mataku mampu menatap lekat 
Bibirku mampu menanggapi 
Tapi angan-anganku sibuk melayang
pada segala kejadian yang kadang
tak ingin ku ingat 
atau tak ingin kulupakan
Tepat seperti manusia terikat belenggu bimbang

Sama saat kurangkai kalimat-kalimat
berbaris, berbait, bermakna
tapi tak sama baris
tak bersambung bait
tak semua yang membaca mengerti maknanya
Sama persis dengan seorang skeptis

Kau yang mengerti tentu pun tahu
Ini hanya gambaran suasana hati
yang tak dijelaskan lewat kata-kata puisinya
Tapi dari kalimat-kalimat yang tersitat

Tak akan pernah berhenti
Selalu begini
Hingga keinginan tak terbentur lagi dengan keadaan
Hingga semuanya terenyum mengerti
Hingga ada jawaban 
dari pertanyaan yang tidak pernah datang.

Read More

Apalah

Bersiap dengan segala kemungkinan...
Meski banyak ketidak mungkinan yang disemogakan.. 
Hanya memohon kekuatan dan kelapangan hati.. 
Terserah Tuhan menjawab apa..
Semua dikutip dari takdir yang terkuaknya secara perlahan..

Ingin sejenak tak ingat dunia.. 
Ingin meletakankan satu - satanya namaMu di palung hati..
Tapi semua mengganggu dan ternikmati..
Ingin mengadu.. 
Tapi kalah oleh yang berbisik.. 
Padahal belum berbisikpun Dia tahu..

Antara kekacauan yang dibuat - buat
Atau yang datang tanpa di undang..
Dilupakan pada keadaan dosa..
Yang dimengerti tapi tak di jauhi..

Bersiap pada kenyataan
Tapk boleh ada sesal atau kecewa
Mencoba berfikir.. 
Begitulah adanya.. 

Read More

Ann*24815 ---> Letter... Mom n Dad

Haii Ayah...
Kuharap engkau masih benar - benar bugar..
Masih tetap berdiri kokoh
Seperti saat dulu kau gendong aku di punggungmu

Ibu bagaimana tentangmu..
Tetaplah tersenyum lembut
Tetap banggalah menjadi koki terhebatku

Untukmu ku katakan..
Sudahlah tak usah kau pikirkan
Disinilah waktuku menirukan kalian
Biarlah anak permpuanmu ini merasa bangga
karena menjadi benar - benar dewasa di hadapanmu
Meski itu sulit

Jangan kau hitung sebagai balas budi
Sebab tak ada yang mampu membalas
kasih sayang dan budimu pada kami

Doakan saja..
Anakmu ini menjadi perempuan sholehah
yang cantik, kuat dan tegar..
Agar bila nanti tak ada lagi orang yang menyayanginya
seperti kalian menyayanginya..
Maka ia akan tetapa tersenyum tanpa goyah

Doakan saja..
Ketika anak perempuanmu ini
tak sanggup lagi bercerita tentang dunia..
Ada pemilik bahu lapang yang selalu menghormatimu
untuk anak perempuanmu bersandar
Untuk membantunya berkisah
Yang ia tak kan meninggalkan anakmu
Seperti kau tak pernah meninggalkanku
dalam doamu..

Terima kasih
dan cinta terdalamku untukmu
Ayah Ibu,,

Read More

Rain

Irama jatuhnya air langit tetap mengiringi..

Sejak hanya terbersit rasa ingin memejamkan mata..
Hingga ku lupa kapan aku sadar dari tidurku..

Mereka berjatuhan riang..
Mengusik kodrat telinga..
Hingga mnggiring benak berlari mendekati hati..

Sama persis saat mereka mengembarakan
Pikiranku jauh padamu...
Saat hanya aku yang bisa memikirkan
Tentang rasa rindu...
Saat kau tak ingin tahu..

Sejauh aku ingin menghindar..
Sekuat aku berusaha mencoba tak ingin salah
Menempatkan rasaku..
Sekeras aku berfikir semuanya candaan belaka..

Mereka yang jatuh berhamburan...
kembali menangkap aku dalam senyum kepura-puraan..
Dalam gelisah yang tertutup suara mereka..
Yang menjawab pertanyaan yang tak seharusnya ku jawab sendiri..

Dibawah air langit aku bersuara lirih..
Menghadap tembok yang sesekali berubah menjadi cermin..
Agar hanya aku yang mendengar..
Agar bisa terpantul suaraku ditelingamu
Agar sikapku tak hanya jadi lelucon bagimu...

******

Read More

Ini Saja

Kutarik cerita pagi kemarin..
Berani benar kau masuk dalam khayalan tidurku..
Berani benar kau bawa dia bersamamu..
Kau pikir kau siapa ?

Tak ingin ku khayalkan lagi
yang benar-benar tak mungkin jadi nyata
Jadi berhentilah mengganggu tidurku
Seperti inginmu tak pernah mengenalku
Tuhan tahu tentang itu

Ku lempar cerita pagi ini
Ada banyak puisi yang melagu di diaryku
Tentang hidup yang Tuhan tuliskan

Sudah ku mengadu pada Tuhan
tentang semua lika-likunya
Hanya belum ada jawaban
Karena ku tak pernah sempurna

Ku ikat semua cerita hari ini
Ku tengok wajah lain..
Bolehkah ku pinjam bahu lapangmu ?
Tuk remukkan semua karang yang tek henti terkikis
bolehkan aku menangis di antara rengkuhan
senyummu dan diamku ?

Kucari lorong damaiku
Belum ku temukan ujungnya
Masih seperti kemarin dan tadi pagi

Read More

FB Comment

 

©2009CATATAN KECILKU | by TNB