Di Balik Tembok

Aku perempuan di balik tembok
Di Ujung sana
Kulihat perepuan-perempuan yang perkasa
Tangannya yang lembut 
tak henti menari mengaitkan ujung ruh
yang sedikit diabaikan
direnggur izrail-izrail pabrik


Tapi aku tak jauh beda dengan mereka
Di balik Tembok ini
Ku lentikkan jemari tanganku
yang sekejap lagi
kan menjadi kekar seperti para lelaki


Di balik tembok ini
kami terbelenggu waktu
waktu yang semakin menggilas perut kami yang lapar


Di Balik tembok ini
kini kudengar suara lantang
suara-suara perempuan yang menyerukan perlawanan


Yaah...!!
Akupun Harus seperti mereka
Mari Kawan...!! Mari kita bersatu...
kita tak boleh hanya diam melihat penindasan ini
Runtuhkan tembok-tembokpabrik yang meruntuhkan kita ini


Kita harus bersatu Kawan...
bersatu dengan mereka yang satu jiwa
mereka yang berani menyerukan kebenaran
dan tunjukkan !!!
Tunjukkan dan katakan Kawan !!!
Katakan...
Kami perempuan yang berlawan..

Read More

Profil SITI SOENDARI

Soendari dan Organisasi
dengan suara lantang dan berapi-api, dia tampil di hadapn ribuan buruh pada sebuah vergadering (rapat akbar) yang diadakan oleh VereenigingVan Spoor en Trampersoneel (VATP)—serikat buruh pertama di Hindia didirikan 1908 di Semarang. Seolah – olah tidak pernah habis kata – kata keluar dari mulutnya ketika berbicara tentang penjajahan kolonialisme, membuat semua peserta vergadering terkesima bukan hanya karena dia seorang perempuan, tetapi karena keulungannya dalam merangkai kata demi kata menjadi kalimat yang 
 semangat perlawanan. Hidup Ndmembangkitkanari ! Hidup Ndari ! bergema begitu dia selesai berpidato.

Menjalankan pekerjaan organisasi adalah yang utama baginya, segala macam adat istiadat yang mengekang dirinya dia lawan, bahkan bapaknya sendiri. Saat-saat memimpin vergadering merupakan panggilan jiwanya. Ketika dia sedang dirumah bersama sang apak, datang sepucuk surat dari organisasi yang mengatakan bahwa ia harus segera kembali ke Semarang dengan sebelumnya memmpin vergadering lokal di Pemalang, dengan seketika Ndari memenuhi panggilan tugas dan meninggalkan sang bapak tanpa pamit.

Mengenyam pendidikan HBS (Hollandsche Burgerscholen sekolah untuk anak-anak pribumi) di Semarang. Soendari sudah aktivis dalam kegiatan keorganisasian seperti menjadi aktivis Jong Java, Pemalang Bond (sebuah organisasi pelajar Pribumi). Setelah lulus HBS, Soendari menjadi guru di sebuah sekolah swasta di Pemalang dan tidak lama berlangsung dia pindah ke Pacitan tetap menjadi seorang guru pada salah satu sekolah dasar Boedi Moeljo – sekolah yang disubsidi oleh Pemerintah Belanda – Akhornya Soendari dipecat oleh sekolah tersebut karena tekanan Belanda yang tidak suka dengan aktivitas Soendari. Soendari adalah anggota dan juga pengurus VSTP, dia aktif dan ikut membangun cabang-cabang VSTP, terutama di Pacitan dan sekitarnya. Situasi politik pada waktu Soendari mulai terlibat dalam pergerakan memang sedang meninggi, pemogokan terjadi dimana-mana, organisasi perlawanan pribumi tumbuh, pembakaran ladang-ladang tebu, memberikan landasan objektif mendorong kemajuan Soendari.


Banyak peristiwa pemberontakan rakyat dihubung-hubungkan dengan keaktifannya dalam dunia pergerakan. Tanpa sepengetahuan dirinya, pemerintahan Hindia meminta kepada sang bapak untuk meredam aktifitasnya karena dianggap berbahaya bagi kelangsungan pemerintahan Hindia Belanda.
Adapun cara yang digunakan belanda, dengan meminta kepada snag bapak untuk mengawinkannya, kerena dengan perkawinan dianggap akan mengakhiri aktivitas politik dan organisasi. Tetapi sekali lagi dia menolak perkawinan atas dirinya, meski atas permintaan sang bapak sekalipun.
Soendari dan Koran

dunia tulis menulis telah menjadi minat utamanya. Tulisannya selalu hadir mingguan dalam majalah  dinding sekolah. Menguaai bahasa belanda dengan baik adalah modaan-tel agar  tulisannya dimuat diterbitan-terbitan Belanda. Selain Belanda, Soendari juga menguasai bahasa Inggris, Jerman dan Perancis.
Tulisan-tulisannya yang menggunakan bahasa melayu sekolahan dengan dengan tajam mengecam pemerintah kolonial, muncul diberbagai terbitan dan dengan cepat menarik perhatian Hindia Belanda, sehingga namanya mulai menjadi bahan pembicaraan, segala aktivitasnya diamati secermatnya oleh pemerintah.
Selamamenjalani masapingitan di Pemalang, tulisan - tulisannya justru semakin banyak muncul dan semakin tajam mengecam Belanda.
Tulisan-tulisan pendahulunya, Kartini, yang telah diterbitkan oleh suami istri abondanon dengan judul Disternis tot licht (sebuah buku berisikan kumpulan surat-surat Kartini kepada sahabat-sahabatnya yang kemudian diterjemahkan oleh Armin Pane dengan judul Habis Gelap Terbilah Terang) juga kawan – kawan seperjuangannya Tirto Adhi Suryo, (pendiri Medan Prijaji – Koran pertama mingguan di jawa yang menjadi corong dan forum diskusi kaum pribumi yang banyak mengkaji issu menyangkut kesejahteraan pribumi, pendidikan, sosial politik dan kritik terhadap kaum priyayi uang korup dan pemerintahan belanda) dan Mas Marco sangat mempengaruhi pikirannya.
Pertemuannya yang singkat dengan Raden Mas Tirto Adhi Suryo memberikan motivasi yang kuat pada diri Soendari untuk menulis sebanyak–banyaknya bagi perjuangan pembebasan bangsanya.
Soendari juga aktif sebagai penulis tetap di Poetri Hindia (Koran pergerakan perempuan pertama yang dibidani oleh Tirto Adhi Suryo), secara berkala tulisan – tulisannya muncul di koran tersebut. Pada 1913, Siti Soendari mendirikan koran perempuan bernama Wanita Sworo, sebuah koran lokal Pacitan, yang ditulis dengan menggunakan huruf dan bahasa jawa, tapi taklama kemudian menggunakan bahasa melayu.
Siti sondari masihlah sanyat muda ketikamemasuki arena pergerakan. Dia, anak perempuan dari seorang Pegawai Pegadaian Negeri Pemalang. Soendari dibesarkan oleh bapaknya – yang lulusan STOVIA (School Tot Opening Van Inlandsche Arsten sekolah dokter di Batavia dimana kaum priyayi pribumi bisa diterima) dalam lingkungan yang sadar pendidikan. Dia terlahir dengan nama Siti Soendari Ruwiyo Darmobroto, anak terakhir dari dua bersaudara. Ayahnya adalah sahabat dari Tirto Adhi Soryo.
Selayaknya pejuang-pejuang pembebasan nasional yang lainnya, Siti Soendari pun tak lepas dari pengamatan Intelejen Belanda. Ketika sebuah Vergadering tengah diselenggarakan oleh VSTP, saat yang bersamaan terjadi pembakaran ladang-ladang tebu oleh para petani tebu di Pemalang. Pemerintah Belanda tidak tinggal diam. Siti Soendari menjadi tersangka utama pembakaran ledang tebu dan penangkapan atas diri soendari segera diinstruksikan. Ya, dia memang tidak tertangkap pada waktu itu karena diselamatkan oleh anggota VSTP dan bapaknya, kemudian dilarikan ke Belanda.
Siti Soendari seorang pejuang perempuan Indonesia, yang namanya tidak banyak diketahui apalagi perjuangan – perjuangannya. Orde Baru telah menghancurkan sejarah – sejarah perlawanan bangsa ini, termasuk Siti Soendari.
Dia adalah contoh kaum muda pada zamannya yang tidak mau tinggal diam menyaksikan bangsanya ditindas oleh Kolonial Belanda. Dia adalah seorang perempuan muda pemberani yang tampil di muka umum , memimpin sebangsanya untuk melawan Belanda. Dia seorang perempuan melalui tulisan-tulisannya menyerang langsung pemerintah Belanda.
“ Untuk kesekian kali ku akui dia sudah sepenuhnya  beremansipasi, dan secara Barat. Ia sudah cerah. Bagiku ia wanita pribumi hasil terindah dari awal zaman modern di Hindia “, (Pramoedya Ananta Toer : Rumah Kaca, hal. 227, penerbit Wira Kraya). *** (majalah Mahrdhika edisi mei 2009)

Read More

HARI KATINI 21 APRIL 2011


KOMITE GERAKAN PEREMPUAN UNTUK KESETARAAN

FOSIS,SEMA-FAI UMI,KOMUNAL,PMII UMI,PEMBEBASAN,PEREMPUAN MAHARDIKA (PM),
PPRM SUL-SEL
REZIM SBY-BODIONO,PARLEMEN DAN ELIT POLITIK BUSUK TELAH GAGAL MELINDUNGI KAUM PEREMPUAN

Hari kartini yang diperingti setiap tanggal 21 april bertepatan dengan hari kelahiran Raden ajeng kartini seyogyanya menjadi hari yangmenggembirakan bagi kaum perempuan,diamana pada hari itu kaum perempuan dapat bercermin dari pengalaman sejarah KARTINI sebagai perempuan yang tegar terpelajar dan berani melakukan intrupsi terhadap kemapanan budaya yang membelenggu kebebasan yang memasung hak-hak kaum perempuan,sungguh ironis Namun kenyataan hari ini berbicara lain terhadap kaum perempuan dimana kebebasan serta hak-hak kaum perempuan terampas oleh kebuasan rezim,mulai dari meningkatnya angka kekerasan terhadap perempuan,TKW terlantar tanpa kejelasan nasib seolah telah  menjadi warna tersendiri dinegri ini,Rezim,Parlemen serta elit politik busuk selalu mengembar gemborkan tentang perlindungan terhadap kaum perempuan namun kenyataanya selalu berbanding terbalik karena perempuan hanya mereka jadikan sapi perahan untuk mengisi kantong-kantong mereka dengan pundi-pundi kekayaan,olehnya itu kesadaran kita harus dimajukan untuk tidak hanya menjadikan peringatan hari kartini sebagai ritual dan seremonial belaka,melainkan menjadikannya sebagai momentum untuk menuntut hak-hak kaum perempuan yang telah terabaikan dibawah kuasa modal serta agen-agen neoliberalisme,elit politi busuk yang tega menjual rakyatnya untuk kepentingan pragmatisnya termasuk menjual hak-hak kaum perempuan,.olehnya itu hanya ada satu kesadaran massa yang harus didorong lebih maju,.menyatakan bahwa,SBY-BOEDIONO,Parlemen dan elit politik busuk  telah gagal..
1.Menegakkan demokrasi
2.Gagal mensejahterakan rakyat
3.gagal melindungi perempuan
Sehingga hanya ada satu kata lawan,.Maka gerakan Harus merevolusionerkannya GULINGKAN....Gulingkan....dan gulingkan....
Hingga hanya ada satu kekuasaan rakyatlah yang bisa menjadi kekuatan untuk mensejahterakan kaum perempuan bukan rezim yang Menjadi pelayan bagi pemodal,bukan pula parlemen serta elit politik busuk,melainkan pemerintahan politik rakyart miskinlah nasib kaum perempuan kan mencapai kemerdekaan serta hak-haknya kan terpenuhi seutuhnya,.
Dalam peringatan hari kartini ini kami dari komite gerakan perempuan untuk kesetaraan menuntut:

1.Kouta 50 % untuk perempuan disemua sektor publik
2.jaminan kesejahteraan serta perlindungan
  Terhadap tenaga kerja wanita,ibu rumah tangga dan perempuan lainnya
3.stop diskriminasi terhadap perempuan.

Hidup perempuan yang berlawan salam kesetaraan dan salam perjuangan bebaskan perempuan dari ketertindasan.............................

Read More

wat Mars

Dengarkanlah bangsa yang melawan
Kepalkan tangan kiri untuk barjuang
Sampaikan salam kaum marginal
Bersama KOMUNAL

Kepala bukan untuk dijual
Jiwa tak untuk digadaikan
Rakyat sejahtera dijadikan cita-cita
Revolusi seutuhnya

Mari bergabung seluruh jiwa
Hancurkan segala penindasan
Jangan pernah ragu jangan pernah mundur
Semua bersatu tak bisa dikalahkan

Mari bergabung seluruh jiwa
Terus berjuang tuk keadilan
jangan pernah ragu jangan pernah mundur
Kita bersatu untuk rakyat sejahtera

11 Maret 2011 (ann_ay_)

Read More

BERSAMA BINTANG

Ini Bukan Puisi Tapi ini lirik Lagunya DRIVE... Ay suka banget nie lagu...jadi di post disini deh...



Drive

Senja kini berganti malam
Menutup hari yang lelah
Dimanakah engkau berada
Aku tak tau dimana

Pernah kita lalui semua
Jerit tangis canda tawa
Kini hanya untaian kata
Hanya itulah yang aku punya

Tidurlah
Selamatmalam
Lupakan sajalah aku
Mimpilah dalam tidurmu
Bersama bintang

Pernah kita lalui semua
Jerit tangis canda tawa
Kini hanya untaian kata
Hanya itulah yang aku punya


Tidurlah
Selamat malam
Lupakan sajalah aku
Mimpilah dalam tidurmu
Bersama bintang

 Lupakan diriku Lupakan aku
Mimpilah dalam tidurmu
Bersama bintang

Read More

Secarik Surat Untukmu

Aku sudah tak tahan
Melihat mereka yang selalu kelaparan
sedang di atas sana
mereka membuang sisa-sisa makanan mereka
Aku sudah tak mampu
Melihat perempuan
yang selalu jadi bulan-bulanan orang-orang
yang ingin memperbudak mereka
sedang di belakang sana
mereka tertawa melihat drama yang tak ada habis-habisnya


Dan saat ini...
ada satu yang ku mau darimu

Ibu....
Restui aku
kini aku telah ada di barisan mereka
barisan yang kan terus maju
dan tak kan pernah gentar tuk melawan
mempertahankan hak-hak mereka yang masih di tangan

Ayah...
semangati aku
Aku akan meneriakkan kebusukan penguasa
yang tak pernah berhenti merampas hak-hak kita...

Sayang..
Mari kita berjuang bersama...
Agar cinta kita menjadi satu kekuatan
Yang tak akan pernah terkalahkan oleh mereka
Mereka yang memperbudak kita semua

Kawan...
Terus maju...!!!
Kini aku tlah berada di sampingmu
Bersama kita kibarkan bendera revolusi kita
Perlihatkan kepalan-kepalan tangan perlawanan
Runtuhkan negara kita yang rusak
Tebarkan aroma keadilan dan kesejahteraan
di negara kita ini
Sampai kita
Benar-benar merdeka...

Read More

perempuan marginal "BUKAN MIMPI"

By Aya Syaif, 9 feb 2011

Jika mereka menertawakan perjuanganku
maka biarkan aku ikut menangis
bersama mereka yang ku perjuangkan

Jika mereka membenciku karena aku melawan
maka biarkan lah semua orang tahu
bahwa aku kan tetap hidup dengan segala kebencian ini

Jika mereka menganggap 
Kan ku ubah dunia ini hanyalah mimpi belaka
maka biarkn aku menghidupkan mereka di dalam mimpiku

Aku hanya ingin melihat mereka
tak menangis lagi karena lapar
bukan hanya mimpi
aku hanya ingin melihat mereka yang bertubuh kurus
tak lagi harus menahan haus
Dan ini bukan mimpi

Aku tak ingin melihat ibu memikul beban

dan Aku ingin semua perempuan tersenyum
Atas lelaki yang berjalan di sampingnya
Bukan menuntunnya dan bukan pula mengikutinya

Dan aku ingin
semuanya bukanlah mimpi....

Read More

cerpen HIDUP part 1

Lampu merah, trotoar, pengemis jalanan. Aahh, rindu sekali pada mereka semua. Semenjak kejadian 12 tahun lalu, hampir-hampir tak pernah lagi aku bermandi peluh dan lelah. Keluarga Sastro telah membawaku pada dunia lain yang bisa dianggap taman eden untuk makhluk sepertiku, dan mungkin juga teman-temanku yang dulu. Yah. yang dulu.
Hari itu sejarah kelam. Di pagi buta Kak Damar berlari-larian kesana-kemari mencari kendaraan. tak banyak yang berlalu lalang dan semua sesak dengan sayur-mayur pedagang yang hendak dibawa ke pasar. Wajahnya lesu sedih dan panik menanti kebaikan pengemudi untuk memberhentikan kendaraannya. "Alhamdulillah...ada yang berhenti.." pekiknya pelan melihat sebuah kendaraan berhenti menghiraukan lambaian tangannya.
" Pak, bisa antarkan ibu saya kerumah sakit sekarang..? ibu saya mau melahirkan !" pintanya panik.
" Tapi saya mau jemput orang di pasar, De ! kalau mau ganti uang bensin ya boleh saja." jawab bapak bertopi hijau itu santai.
" memang berapa pak ?"
" yaaah 50 ribu saja, jauh lho rumah sakit bersalin. "
" Pak. tolonglah kali ini saja. kami bukan keluarga mampu. "
Ku lihat kak damar mulai memohon. Ya Tuhan, baru kali ini aku melihat Kak Damar orang yang keras dan tegas memohon-mohon pada seorang sopir angkot.
Ku lihat si sopir melepaskan topi hijaunya yang kumal. gagang topinya sudah terkoyak, benang-benangnyapun sudah tak menyatu lagi.Tak beda dengan pakaianku. Di bawah ketiakku ini sudah robek. warna hitamnya sudah pudar nyaris menjadi abu-abu.
Orang berpostur tinggi kurus berkulit hitam terbakar matahari karena profesinya ini akhirnya mengerutkan keningnya.
"Ayo kalo begitu, cepat..."
rupanya orang yang semakin kupandang semakin terlihat seperti almarhum Bapak ini luluh dengan wajah Kak Damar yang semakin memelas.
wajahnya langsung sumringah, permohonannya diterima.
kami berlari-larian kembali kerumah.
Entah bagaimana prosesnya, tiba-tiba Ibu sudah ada di atas angkot. sejak tadi tak ku perhatikan bagaimana bisa begitu karena aku sibuk menyiapkan kain dan pakaian yang akan di bawa ke rumah sakit. Dua potong baju Ibu dan satu lembar kain batik Ibu.Satu-satunya kain terindah yang dimiliki ibu ini akhirnya harus bersimbah darah juga. bukan karena kain ini masih baru makanya dipandang indah, tapi karena kain inilah satu-satunya peninggalan Almarhum Bapak buat ibu, selain Kak Damar, aku dan calon adik kecilku yang akan lahir entah beberapa menit lagi.
Aku berlari menuju angkot bapak bertopi hijau tadi.
" Chi', kamu gak usah ikut, di rumah sama mas Mad saja ya ! biar mbok ma kak damar saja yang ke rumah sakit. " tangannya mengelus kepalaku sembari mengambil kantong hijau yang ada di tanganku.
" Iya udah gak apa. Tapi nanti kalo mbok sama kak damar gak pulang-pulang gimana?"
" sebentar sore mbok pulang kok. kan mbok belum masak." Aku hanya diam memandangi mbok Mad berlari ke angkot.
Ya Allah,selamatkan Ibu dan adik Uchi ya Allah..Uchi mau mereka makan masakan mbok Mad nanti sore.
Ini doaku..aku bingung harus berdoa bagimana. yang jelas aku hanya mau ibu dab adik selamat.

Akh, membosankan. mas Mad tak datang-datang. Pasti korannya belum habis-habis karena koran yang harusnya ku bawa tadi pagi di bawanya juga.


(bersambung)

Read More

FB Comment

 

©2009CATATAN KECILKU | by TNB